Monday, August 2, 2010

Dari OB pensiun menjadi Vice President

dari milist sebelah :

Sekarang hampir semua organisasi tergila-gila pada selembar ijazah dan
nyaris menafikan hasil perjalanan panjang anak manusia yang dipetiknya
sepanjang perjalanan kerjanya. Vertical social climbing nyaris pudar saat
ini. Tak lama lagi kita bisa akan kehilangan sosok2 sejenis Houtman Zainal
Arifin ini.

Evi Douren

Kisah Nyata Seorang OB menjadi Vice President Citibank

Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa bertemu dengan seorang
yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin,
seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi
Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia
karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA.

Tepatnya 10 Juni 2010, saya berkesempatan bertemu pak Houtman. Kala itu saya
sedang mengikuti training leadership yang diadakan oleh kantor saya, Bank
Syariah Mandiri di Hotel Treva International, Jakarta. Selama satu minggu
saya memperoleh pelatihan yang luar biasa mencerahkan, salah satu nya saya
peroleh dari Pak Houtman. Berikut kisah inspirasinya:

Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari
desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan
harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman
harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan
tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta,
pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan
profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan
kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan
impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia
memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta.
Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapih, keren dan berdasi. Houtman
remaja pun ingin seperti mereka, mengendarai kendaraan berpendingin,
berpakaian necis dan tentu saja memiliki uang yang banyak. Saat itu juga
Houtman menggantungkan cita-citanya setinggi langit, sebuah cita-cita dan
tekad diazamkan dalam hatinya.

Azam atau tekad yang kuat dari Houtman telah membuatnya ingin segera merubah
nasib. Tanpa menunggu waktu lama Houtman segera memulai mengirimkan lamaran
kerja ke setiap gedung bertingkat yang dia ketahui. Bila ada gedung yang
menurutnya bagus maka pasti dengan segera dikirimkannya sebuah lamaran
kerja. Houtman menyisihkan setiap keuntungan yang diperolehnya dari
berdagang asongan digunakan untuk membiayai lamaran kerja.

Sampai suatu saat Houtman mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan
yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank
(citibank), sebuah bank bonafid dari USA. Houtman pun diterima bekerja
sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam
sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor,
wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Tapi Houtman tetap bangga dengan jabatannya, dia tidak menampik pekerjaan.
Diterimanyalah jabatan tersebut dengan sebuah cita-cita yang tinggi. Houtman
percaya bahwa nasib akan berubah sehingga tanpa disadarinya Houtman telah
membuka pintu masa depan menjadi orang yang berbeda.

Sebagai Office Boy Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan
baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore
saat seluruh pekerjaan telah usai Houtman berusaha menambah pengetahuan
dengan bertanya tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah
istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan
tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya. Mungkin dalam benak pegawai
”ngapain nih OB nanya-nanya istilah bank segala, kayak ngerti aja”. Sampai
akhirnya Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank
seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi
dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto
kopi sangatlah langka, hanya perusahaan perusahaan tertentu lah yang
memiliki mesin tersebut dan diperlukan seorang petugas khusus untuk
mengoperasikannya. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman
sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk
mengajarinya. Houtman pun akhirnya mahir mengoperasikan mesin foto kopi, dan
tanpa di sadarinya pintu pertama masa depan terbuka. Pada suatu hari petugas
mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa
menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai
Tukang Foto Kopi.

Menjadi tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi
Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus
menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat
salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun
menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun.
“bener nih lo mo mau bantuin gua” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff
dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman
menjawab. “Tapi hati-hati ya ngga boleh salah, kalau salah tanggungjawab lo,
bisa dipecat lo”, sang staff mewanti-wanti dengan keras. Akhirnya Houtman
diberi setumpuk dokumen, tugas dia adalah membubuhkan stempel pada Cek,
Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus
berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil
Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan
tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas
tersebut Houtman tidak sekedar mencap, tapi dia membaca dan mempelajari
dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai
istilah dan teknis perbankan. Kelak pengetahuannya ini membawa Houtman
kepada jabatan yang tidak pernah diduganya.

Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu
mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk
membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak
segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank
mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang
dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Peristiwa pengangkatan Houtman menjadi pegawai Bank menjadi berita luar
biasa heboh dan kontroversial. Bagaimana bisa seorang OB menjadi staff,
bahkan rekan sesama OB mencibir Houtman sebagai orang yang tidak konsisten.
Houtman dianggap tidak konsisten dengan tugasnya, “jika masuk OB, ya pensiun
harus OB juga” begitu rekan sesama OB menggugat.

Houtman tidak patah semangat, dicibir teman-teman bahkan rekan sesama staf
pun tidak membuat goyah. Houtman terus mengasah keterampilan dan berbagi
membantu rekan kerjanya yang lain. Hanya membantulah yang bisa diberikan
oleh Houtman, karena materi tidak ia miliki. Houtman tidak pernah lama dalam
memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu
baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir
Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang
mengajarinya tentang istilah bank.

19 tahun kemudian sejak Houtman masuk sebagai Office Boy di The First
National City Bank, Houtman mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice
President. Sebuah jabatan puncak citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi
citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin
dijabat oleh orang Indonesia.

Sampai dengan saat ini belum ada yang mampu memecahkan rekor Houtman masuk
sebagai OB pensiun sebagai Vice President, dan hanya berpendidikan SMA.
Houtman pun kini pensiun dengan berbagai jabatan pernah diembannya, menjadi
staf ahli citibank asia pasifik, menjadi penasehat keuangan salah satu
gubernur, menjabat CEO di berbagai perusahaan dan menjadi inspirator bagi
banyak orang .

(Kisah Nyata Houtman Zainal Arifin, disampaikan dalam training Leadership
bank Syariah Mandiri)


Friday, November 13, 2009

Menyelesaikan masalah tanpa masalah? Pergi aja ke Pegadaian.. (Hehehe.. 3X)

Ini yang serius. Pertanyaanmu bagus, apalagi jika disertai penjelasan tentang pokok masalah yang kamu hadapi yang perlu penyelesaian itu. Karena apa? Sebab, tanpa masalah yang jelas maka yang bisa diutarakan di sini adalah tehnik dan prosedur penyelesaian suatu masalah belaka.

Hera, ada masalah yang begitu diselesaikan langsung tuntas, tidak menimbulkan masalah baru. Tapi ada masalah yang sedang dan telah diselesaikan malah menimbulkan satu atau banyak masalah baru. Menyimak kenyataan seperti itu maka dalam penyelesaian suatu masalah tentu ada dimensi, corak dan tahapannya.

Nah, mari kita urai dan cermati. Aku akan menggunakan pendekatan jurnalistik, yaitu 5W+1H.

What. Apakah sifat atau nature dari masalahnya? Apakah itu masalah yang tangible atau yang intangible? Apakah itu menyangkut masalah sosial atau masalah eksakta? Apakah masalah itu berupa konsep deskriptip atau tatanan suatu prosedur? Apakah masalah ini bersosok tunggal atau berwujud jamak dan banyak cabang-cabangnya?

Nah, dengan mengetahui peta bumi atau sitemap suatu masalah, maka kita akan bisa menetapkan langkah-langkah taktis dan strategis dalam menyelesaikannya.

When. Kapan masalah tersebut timbul? Sudah kronis, menahun atau baru-baru saja? Makin lama suatu masalah tak diselesaikan biasanya sudah melebar-luas bak kuman amuba dan memperumit penyelesaiannya.

Biasanya, masalah yang berlarut-larut penyelesaiannya ~ apalagi yang dibiarkan tak diselesaikan ~ akan menimbulkan masalah baru. Baik masalah itu sendiri yang membengkak, atau masalah-masalah baru yang bersifat ikutan yang biasanya menyangkut waktu, biaya dan prosedur atau peraturan-peraturan baru. Karena itu sebaiknya suatu masalah segera ditangani, jangan dibiarkan tak ditangani.

Where. Dari mana masalah itu timbul dan kemudian bercokol? Apakah dari suatu seksi hingga menyebar ke seluruh departemen? Dari sebuah desa hingga menjadi urusan para pejabat di propinsi? Biasanya suatu masalah yang melebar dan kait-mengait ke berbagai bidang lainnya akan makin ruwet penyelesaiannya. Karena itu, suatu masalah yang segera ditangani akan cepat terlokalisir dan meringankan penyelesaiannya.

Why. Mengapa masalah serupa itu timbul? Persoalan atau kondisi apa saja yang menyebabkan timbulnya suatu masalah? Apakah terdapat faktor kealpaan atau kesengajaan? Apakah akibat faktor kesalahan manusia (human error) atau suatu peralatan tertentu (non-human).

Who. Di sini suatu masalah harus dicermati dengan teliti. Siapa atau siapa saja yang terkait dengan penyelesaian masalah tersebut. Apakah masalah tersebut timbul oleh orang per-orang atau suatu team atau bersifat anonim. Bukan manusia yang menjadi penyebab masalah, melainkan situasi dan kondisi tertentu. Maka penanganannya bukan pada manusianya melainkan pada strukturnya; jika masalah tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak.

How. Bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan. Ini baru bisa dilakukan setelah mencermati 5W di atas. Dan diketahui dengan benar dan pasti apa masalahnya.

Apakah suatu masalah dapat diselesaikan tanpa membuat masalah baru? Tergantung apa masalahnya dan tergantung juga pada orang atau orang-orang yang menangani atau terkait dengan masalah tersebut; cara atau prosedur penanganannya, serta biaya dan waktu yang alokasikan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sunday, October 25, 2009

Orang Hebat

Orang yang hebat adalah orang yang sedih akan tetapi dalam kehidupannya berusaha membahagiakan orang lain. Apakah kita termasuk orang-orang yang hebat, kalau berusaha membahagiakan orang lain apakah kita dalam kondisi ikhlas?Allahu'allam hanya Allah yang maha thau. Ingin kita bawa kemana kehidupan kita? akan kita berikan siapa kehidupan kita? untuk apa kita hidup kita? kita mencoba memanfaatkan hidup yang sesaat ini berguna buat diri kita, orang sekitar kita dan orang lain. Memang banyak orang yang mampu dan bisa memanfaatkan kita dengan segala cara akan tetapi apakah kita mau memanfaatkan orang lain itu seperti apa yang merka lakukan? kehidupan yang susah senang dan bahagia itu belum seberapa apabila masih ada orang-orang disekitar kita yang masih mengalami kesedihan kesusahan dan kesengsaraan. Allah telah menunjukan kepada kita semua negeri kita bahwa telah diberitahukan kepada kita untuk selalu ingat kepada-Nya dan selalu melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Apakah kita bisa melamapaui ini semuanya dan sampai kapan kita bisa menerima kenyataan ini semuanya. Kekuatan kita dalam menjalankan kehidupan karena ini adalah kwalitas dan keberhasilan kita dalam menjalankan kehidupan kita kelak. Disaat terkena suatu musibah apa yang ada dalam benak kita putus asa itu pastinya dalam benak kita, tapi dalam benak kita masih ada keinginan kita untuk membantu orang lain yang terkena musibah dan kita bisa kita melihat sendiri apakah kita lebih beruntung dari orang lain tersebut. Semua musibah bencana ataupun sesuatu yang tidak menyenangkan hadir dalam kehidupan kita adalah suatu peringatan dari Allah untuk selalu kita berusaha menjadi orang-orang hebat dan bisa melalui bencana-bencana yang diberikan kepada kita. Ini termasuk orang-orang pilihan Allah yang sangat-sangat disayangi dan diCintai untuk orang yang kuat dalam menerima keadaan walau sulit apapun

Wednesday, September 30, 2009

Guncangan Gempa sampai di Singapore

Hari Rabu tanggal 31 September 2009 Guncangan gempa Sumatera Barat juga dirasakan masyarakat Singapura, Rabu (30/9) sore. Pusat Pelayanan Meteorologi Singapura mengonfirmasi, gempa bumi terjadi pada 17.15WIB ato 18.15 Waktu Singapore, di Sumatera Barat atau sekitar 630 km dari Singapura.

Ketika itu saya bersama keluarga lagi berada diMRT dari arah Changi flight dari Bali menuju Habourfront untuk mengantar anak dan istri saya yang akan pergi keBatam dengan Board kapal Ferry. Dan saya mendapatkan berita posisi Batam aman dan tidak mendapatkan efek dari gempa Sumatra semoga saja tidak, itu harapan kami dan keluarga kami di jauh kampung halaman.


Dan saya mendapatkan berita dari teman yang sedang kerja lembur bersama foreigner atau pegawai asing lainnya yang lagi asyik dalam menyelesaikan pekerjaannya pada berhamburan keluar gedung bertinggkat yang berada didaerah Bedok. Dan menunggu hingga suasana tenang dan kembali ke Office yang kelihatannya mereka masih dalam kondisi panik walaupun berusaha tenang dan terasa ingin cepat-cepat pulang.

Dan saya mendapatkan berita dari Hotline MediaCorp mulai menerima telepon soal guncangan gempa pada pukul 17.20. Telepon itu datang dari berbagai lokasi di Singapura, termasuk Yishun, Ang Mo Kio, Marine Parade, Hougang, Pasir Ris, dan Raffles Place. Mereka melaporkan lampu berayun-ayun dan para tetangga menjerit dan berteriak ketakutan.

Dan hari ini Kamis tanggal 01 Oktober 2009 08.52WIB ato 09.52 Waktu Singapore. Gempa berkekuatan 7,0 SR Kali ini pusat gempa dekat Bengkulu dan Jambi terulang kembali hanya berbeda sekitar 15 jam dari kejadian dihari sebelumnya, dan berpusat 46 km tenggara Sungaipenuh, Jambi, atau 54 km Mukomuko, Bengkulu. Pusat gempa tepatnya di koordinat 2,44 Lintang Selatan dan 101,59 Bujur Timur.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Pusatnya di darat pada kedalaman 10 kilometer.

Monday, September 14, 2009

Kereta Uap di Kota Budaya

SOLO - Pemkot Solo belum puas kendati telah ada menerima kereta uap kuno dari Ambarawa, Kabupaten Semarang. Saat ini, pemkot masih membidik kereta uap kuno di Cibubur untuk didatangkan.

Keseriusan pemkot untuk memboyong kereta dari Cibubur itu tidak terlepas dari faktor sejarah kereta yang sekarang di bawah kekuasaan Kwartir Nasional itu. Kereta kuno tersebut memiliki sejarah pernah beroperasi di Kota Solo.

"Tapi nanti setelah itu saya akan tetap berusaha mendatangkan yang dari Cibubur, kereta itu pernah beroperasi di Solo," ujar Wali Kota Solo, Joko Widodo, Jumat (11/9/2009).

Dia menerangkan, proses untuk dapat mendatangkan kereta uap kuno dari Cibubur tersebut diakui cukup panjang. Sebab, pihaknya tidak hanya berurusan dengan PT KA, tapi juga harus melakukan pembicaraan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kwarnas, dan Dirjen Purbakala.

"Jadi itu (kereta kuno Cibubur) mungkin untuk babak kedua, sekarang dari Ambarawa dulu," bebernya.

Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, melanjutkan jika rencana menghadirkan kembali kereta kuno dari Cibubur itu terealisasi, maka ke depan akan ada lebih dari satu kereta kuno yang beroperasi di Kota Solo.

"Jadi, nanti akan ada lebih dari satu kereta uap kuno di Solo, bisa saja nanti ada tiga yang melintasi Solo," ungkapnya

Wednesday, August 26, 2009

Puasa di Singapore

3 Fase sudah saya menjalankan Ibadah Puasa di Negara tetangga Indonesia yang hanya satu jam dari P. Batam ini. Suasana yang sangat-sangat beda dengan negara Indonesia yang mayoritas penduduknya chinese dan aneka ragam foreigner yang berasal dari berbagai negara yang nota bennya beraneka ragam juga agamanya. Di Singapore ini masih bisa bersyukur karena masih ada penduduk Malay yang mayoritas dari mereka menganut agama Islam dan pendatang dan pekerja yang berasal dari negara menganut agama Islam seperti Bangladesh. Akan tetapi untuk prosentasi penduduk hanya sekitar 10% dari 100% penduduk yang beragama non muslim, ini mengakibatkan suasana yang sama sekali tidak aa terasanya untuk menikmati Ibadah puasa Ramadan, akan teatapi Alhamdulillah tidak mengurangi kekusyukan kita dalam menjalankan Ibadah Puasa dibulan Ramadan ini dan semoga tetap ada diNegara Singa ini dan mencerminkan budaya Malay yang ada diSingapore yang sebagaian penduduknya masih menganut Ajaran Islam. Di Singapore hampir semua masjid menyediakan menu untuk berbuka puasa ini diperuntukan bagi umat muslim disini dan para pekerja yang biasa langsung pulang kerja dan sekalian menjalankan Ibadah sholat maghrib dan isya serta tarawih.

Tuesday, July 21, 2009

Ikhlas

Cobaan, Halangan, Rintangan & Godaan dalam kehidupan selalu ada semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita akan melawan hidup kita dengan terus menerus tidak menerima kenyataan yang ada dan takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT ke kita?...Sebuah pertanyaan besar yang harus kita jawab, ada kemungkinan jikalau kita dapat suatu musibah itu datangnya dari Allah SWT ada kemungkinan kita bisa terima, terus bagaimana apabila kita dapat musibah ini datangnya dari manusia terhadap manusia itu sendiri. Seperti yang marak terjadi dilingkungan kita sendiri adanya penipuan, pencurian, perampokan, pemerkosaan dan yang paling terakhir teroris yang menghasilkan boom dan menjadikan korban banyak baik warga negara dari dalam dan luar negeri. Terus siapa yang akan disalahkan semua ini dan siapa yang akan bertanggung jawab dengan kejadian semua hanya perasaan tidak terima dan tidak ikhlas saja yang akhirnya yang ada dalam perasaan kita, Apakah pengadilan didunia bisa memberikan keadailan bagi kita jawabanya ada diri kita, semua fakta bisa diputar balikan oleh kekuasaan dan kelincahan dalam berbicara kita serta penggunaan suatu hal yang bersifat mistik. Maka oleh sebab itu kita hanya bisa ikhlas pasrah kepada Allah SWT yang bisa membimbing kita kejalan yang terbaik sertakan memberi keadilan diakhirat nanti. Dengan ikhlas kita bisa lebih tenang dan pasrah akan dibawa kehidupan kita nantinya dan selalu berdoa demi kebaikan kita semua untuk selalu diLindungi oleh Tuhan...Wallahuta'ala a'lam bissawab