RASULULLAH adalah manusia yang paling murah hatinya. Beliau ringan tangan, suka memberi pertolongan pada orang yang memerlukan. Sifat mulianya itu menjadikan dakwahnya berwibawa.
Dalam satu riwayat dikisahkan seorang Arab Badui kembali ke kaumnya setelah bertemu Rasulullah. Lelaki itu berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam agama Islam. Sesungguhnya Muhammad suka memberi dan dia tidak taku akan kemiskinan.”
Kata-kata itu muncul dari mulut seorang yang belum beriman. Ia mengajak kaumnya untuk memeluk Islam, bersahadat atas kerasulan Rasulullah karena sifat mulianya. Subhanallah!
Kemurahan hati Rasulullah dilandasi oleh beberapa hal, di antaranya beliau tulis ikhlas karena Allah semata, bukan karena mengejar kemahsyuran atau karena ingin dipuji orang. Sementara kita? Tuluskan kita ketika memberi atau menolong orang lain? Apakah kita punya maksud dan kepentingan-kepentingan yang bukan karena keikhlasan atas nama Allah semata?
Dalam riwayat lain, diceritakan oleh Sahal Ibnu Saad. Pada suatu hari di Madinah, datang seorang perempuan dan menyerahkan sebuah baju untuk Rasulullah. Beliau dengan senang hati menerima dan langsung memakai baju itu. Lalu datang seorang lelaki dan tertarik pada baju yang baru saja dipakai oleh Rasulullah.
“Rasulullah, berikan baju itu untukku,” kata si lelaki. Rasulullah pun masuk ke rumah menukar baju dan memberikan kepada si lelaki itu. Seorang penduduk Madinah menegur lelaki tersebut. “Kenapa kamu lakukan itu? Rasulullah sedang memakai baju dan beliau memerlukannya. Lalu kamu minta, sedang kamu tahu bahwa beliau tidak pernah berkata tidak.”
Masya Allah, demikianlah, umat saat itu mengenal Rasulullah sebagai sosok yang tidak pernah berkata tidak apabila ada orang yang meminta pertolongan beliau.
Si lelaki, yang ternyata seorang yang shaleh, menjawab, “Demi Allah, tidaklah aku memakainya kecuali aku berharap semoga Allah menjadikannya sbagai kain kafan untukku.” ***
Tuesday, September 23, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment