Ditulis pada Minggu, Oktober 19, 2008 oleh Donny
Berikut ini adalah sambungan dari Summary Bab 1: Sistim Pemipaan dan Perusahaan EPC. Pada postingan sebelumnya sudah dibahas tentang Sistim Pemipaan dalam dunia industri, maka selanjutnya akan diteruskan dengan membahas tentang perusahaan yang melakukan disain dari sistim pemipaan tersebut, yaitu Perusahaan EPC (Engineering Procurement Construction ).
============================================================================
Sistim pemipaan yang terdapat di Pabrik pengolahan minyak misalnya, atau di Pabrik Petrokimia adalah hasil disain dari sebuah tim yang bekerja pada sebuah Perusahaan Engineering.
Perusahaan Engineering yang melakukan proses disain ini dikenal dengan nama: Perusahaan Engineering Procurement dan Construction (EPC).Perusahaan EPC adalah suatu perusahaan yang bertanggung jawab dalam hal disain dari sebuah pabrik atau plant yang akan dibangun, termasuk pembelian barang-barang untuk keperluan pembangunanya, serta tak lupa membangun plant yang sudah didisain tersebut, dan setelah selesai dibangun diserahkan kepada pemilik atau Client.
Di Indonesia saat ini sudah cukup banyak berdiri Perusahaan EPC yang berpengalaman dan berkemampuan yang tidak kalah dengan Perusahaan EPC kelas dunia.
Perusahaan tersebut banyak diisi oleh tenaga insinyur yang berpengalaman dan berkualitas yang merupakan produk dari Universitas-universitas yang berada di Indonesia.
Perusahaan EPC inilah yang menjadi pemain utama di dalam proses disain sebuah Pabrik, disamping pemain penunjang lainnya, seperti vendor (penjual barang atau peralatan keperluan pembangunan Pabrik), fabricator (perusahaan pembuat peralatan equipment, pipa), dan sub-contractor lainnya.
Sesuai dengan namanya, Perusahaan EPC, maka tulang punggung dari perusahaan ini adalah tiga divisi, yaitu:
Divisi Engineering
Divisi Procurement
Divisi Construction
Disamping ketiga divisi utama diatas, maka umumnya perusahaan EPC juga mempunyai divisi-divisi lainnya yang bersifat pendukung seperti:
Divisi Project Control (Project Control Division)
Divisi Quality Control dan Quality Assurance (Quality Control and Quality Assurance Divison)
Divisi Keuangan (Finance Division)
Divisi Hukum (Legal Division)
Divisi Personalia atau HRD
Divisi Informasi dan Teknologi (IT or Computer System Division)
Perusahaan EPC mempunyai sifat dan kultur yang berbeda dengan perusahaan lainnya. Hal ini lebih disebabkan karena jenis dan sifat pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan EPC tersebut. Perusahaan EPC mempunyai bisnis inti yaitu dalam hal membangun pabrik-pabrik yang berhubungan dengan dunia perminyakan, pertambangan, petrokimia, dan gas alam.
Proses pembanguan sebuah pabrik mulai dari tahap proposal, disain, sampai proses konstruksi dan penyerahan kepada pemilik pabrik adalah mempunyai jangka waktu tertentu.
Selama jangka waktu tertentu tersebut, misalnya, selama tiga tahun, maka perusahaan EPC tersebut akan mengalami kesibukan yang luar biasa. Kesibukan tersebut tentu saja akan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak.
Tetapi, perusahaan EPC tidak bisa begitu saja merekrut orang untuk menjadi pegawainya dalam jumlah banyak sekaligus. Hal ini karena beban pekerjaan di EPC adalah bervariasi, dimana kesibukan di awal project belumlah begitu tinggi sehingga tidak memerlukan banyak tenaga kerja.
Kebutuhan baru akan meningkat dengan pesat ketika project sudah mulai memasuki tahapan detil disain. Pasa saat itulah, biasanya Perusahaan EPC akan melakukan perekrutan dalam jumlah yang cukup signifikan.
Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah kemungkinan perusahaan mengerjakan project lebih dari satu pada waktu yang bersamaan.
Pada saat tersebut, akan timbul permintaan yang tinggi terhadap tenaga kerja dan tentu saja dalam hal ruangan dan tempat untuk bekerja.
Sehingga akan timbul kesibukan yang luar biasa baik dari sisi perekrutan karyawan baru, penyediaan infrastruktur seperti ruangan, meja, telepon, komputer dan lain sebagainya, maupun ketika proyek sudah berjalan yang pasti saja membutuhkan penanganan dan pengaturan yang baik.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka sudah menjadi kebiasaan dalam perusahaan EPC untuk memisahkan manajemen suatu proyek dengan manajemen perusahaan secara umum, demi memudahkan dalam hal tertib administrasi perusahaan.
Dengan demikian, maka pada sebuah perusahaan EPC, dikenal ada dua struktur organisasi, yaitu sebagai berikut:
Kantor Pusat atau Home Office
Home Office pada prinsipnya berarti Kantor Pusat. Sebagaimana jamaknya Kantor Pusat, maka disini berkantornya para management perusahaan serta badan pendukung lainnya.
Ini adalah bentuk utama dari Perusahaan EPC. Dalam hal sifatnya, maka struktur ini adalah bersifat permanen.
Home Office terdiri dari divisi-divisi seperti disebutkan diatas. Adapun tugas utama nya adalah lebih kearah pengembangan internal perusahaan, seperti membuat dan menyiapkan rencana pengembangan personil baik berupa pemberian training didalam perusahaan maupun mengirim ke luar perusahaan.
Disamping itu, Home Office juga bertanggung jawab didalam menyiapkan dan mengembangkan standard-standard atau prosedur-prosedur teknis yang nantinya akan digunakan untuk keperluan proyek.
Pada zaman sekarang ini, dimana semakin ketatnya persaingan untuk mendapatkan Proyek, maka sudah ada kecenderungan untuk memaksimalkan dan pendayagunaan personil yang berada di Home Office untuk membantu beberapa project Task Force sekaligus.
Ini adalah suatu upaya yang kreatif karena mampu menekan biaya operasional, baik pada level perusahaan maupun pada level project, yang pada giliran nantinya, dari penghematan yang didapat, akan memberikan peluang untuk meningkatkan kesejahterahan karyawan.
Kantor Proyek atau Project Office
Project Office atau dalam bahasa Indonesianya adalah Kantor Proyek, mempunyai sifat yang temporer atau sementara sesuai dengan kebutuhan sebuah proyek atau lamanya proyek tersebut berlangsung.
Project Office, atau juga dikenal dengan nama Project Task Force, mempunyai divisi-divisi yang sama dengan Home Office, tapi dengan tujuan yang berbeda.
Tujuan utama dari Project Task Force adalah bagaimana caranya agar tim yang tergabung diadalamnya mampu menyelesaikan sebuah proyek sesuai pada waktu yang telah ditetapkan dan sesuai dengan dana yang telah dianggarkan, dengan tetap menjaga mutu dan kualitas pekerjaan yang sesuai dengan code dan standard internasional yang berlaku.
Project Office tidak mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam hal menyiapkan program training bagi karyawan.
Bahkan, dalam pelaksanaanya, Project Office akan meminta kepada Home Office untuk menyiapkan dan memberikan karyawan yang diharapkan sudah mampu untuk menjalankan tugas utama dari Proejct Office tadi.
Dalam hal standard dan procedure, Project Office akan menggunakan standard dan procedure yang sudah disiapkan oleh Home Office, dan kemudian melakukan perubahan seperlunya sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan dari project yang sedang dijalankan.
Dengan demikian dapat kita lihat sekarang perbedaan dalam hal fungsi dan tugas antara struktur organisasi Home Office dengan struktur organisasi Project Office.
Kalau melihat dari sisi kedudukan, maka Organisasi Home Office mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari Organisasi Project Office. Bahkan, Project Office dibentuk atas persetujuan dan keputusan Home Office, termasuk didalam memilih personal yang akan bergabung dalam satu Project Office.
Pada perusahaan EPC yang besar, maka bisa saja ditemukan adanya dua atau tiga Project Office yang berbeda, dan yang berkantor di satu gedung yang sama
Project Office dipimpin oleh seorang Project Manager. Project Manager ini dipilih dan diangkat oleh Direktur di Home Office. Ada kalanya juga dibentuk suatu posisi yang bernama Project Director atau Direktur Proyek.
Project Director ini mempunyai fungsi sebagai perpanjangan tangan Direktur di Project tersebut, yang bertugas mengawasi jalannya Project.
Sehingga bisa dimengerti bahwa Project Manager mengirimkan laporan kepada Project Director mengenai perkembangan Projectnya.
Pada Perusahaan EPC yang tidak membentuk atau tidak melantik seseorang untuk menjadi Project Director, maka Project Manager memberikan laporan perkembangan Project langsung kepada Direktur.
Demikian juga divisi-divisi dan departemen-departemen dibawah Project Manager, juga memberikan laporannya kepada manager mereka masing-masing di Home Office, disamping juga memberikan laporan kepada manager mereka di Project Office.
Engineering
Dalam perusahaan EPC, divisi Engineering adalah sebuah divisi yang memegang peranan sangat penting didalam keberhasilan dan kemajuan perusahaan. Divisi Engineering adalah divisi yang menghasilkan produk berupa disain dan perhitungan atau kalkulasi atas sebuah Proyek Petrokimia, LNG atau proyek lainnya, untuk kemudian dilakukan pembangunan fisiknya.
Disamping meghasilkan dokumen dalam bentuk gambar dan perhitungan, Divisi Engineering juga menghasilkan produk berupa dokumen yang berisi perintah pembelian barang-barang keperluan pembangunan Pabrik yang direncanakan atau juga disebut Material Requisition.
Barang-barang tersebut bisa berupa barang-barang material pipa dan komponennya, mesin-mesin atau machinery, pressure vessel, eletrical, instrument, steel structure dan lain sebagainya yang berhubungan dengan proses pembangunan proyek yang sedang dikerjakan dan perintah pembelian tersebut akan diberikan kepada Divisi Procurement.
Untuk Home Office, Divisi Engineering dikepalai oleh seorang Engineering Manager. Sedangkan untuk Project Office, dikepalai oleh Project Engineering Manager.
Seorang Project Engineering Manager biasanya dipilih oleh Home Office Engineering Manager, sehingga wajar saja dia mesti memberikan laporan perkembangan tugasnya kepada Home Office Engineering Manager, dan ke Project Manager.
Didalam organisasi Divisi Engineering biasanya terdiri atas beberapa Engineering grup yang juga sering disebut dengan Engineering Discipline.
Sekali lagi, untuk Home Office, setiap Disiplin Engineering akan dikepalai oleh seorang Head Department. Sedangkan untuk Project Office, setiap disiplin Engineering akan dikepalai oleh seorang Lead Engineer, dengan mempunyai beberapa orang Engineer dan Designer, tergantung kepada besarnya Project yang sedang dikerjakan.
Sebagai contoh, Process Engineering akan mempunyai seorang Head Process Engineering Department untuk Home Office, dan akan mempunyai seorang Lead Project Process Engineer, dengan dibantu oleh beberapa orang Process Engineer dan CAD Drafter, sesuai dan tergantung kepada besarnya sebuah Project.
Secara organisasi, Divisi Engineering terdari atas beberapa Disiplin Engineering, yaitu:
Process Engineering:Departemen Process Engineering dipimpin oleh seorang Head Department, untuk Home Office. Sedangkan untuk Project Office, biasanya sang Head Department akan menunjuk salah seorang Process Engineer yang sudah berpengalaman untuk menjadi Lead Process Engineer. Dibeberapa perusahaan juga disebut dengan nama Job Leader.
Lead Process Engineer melaporkan hasil pekerjaanya kepada Project Engineering Manager, dismaping juga secara berkala melakukan komunikasi dan diskusi dengan Head Department Process Engineering di Home Office.
Process Engineering biasanya merupakan grup yang keberadaanya lebih awal dibandingkan dengan disiplin lain.
Hal ini karena Lead Process engineer perlu mempelajari terlebih dahulu persyaratan-persyaratan dari process yang diperlukan pada Plant yang akan dikerjakan tersebut untuk kemudian dituangkan dalam bentuk yang lebih konkret, seperti menampilkan dalam bentuk Process Flow Diagram (PFD), Utility Flow Diagram (UFD) dan Piping and Instrumentation Diagram (P&ID), yang akan diperlukan oleh grup atau disiplin lainnya.Didalam menyiapkan PFD, UFD, dan P&ID, Process Engineer akan menggunakan data dari Client atau dari pemegang Lisensi sebuah process dari Plant yang akan dibangun, yang biasanya didapat dan tercantum didalam dokumen project.Dokumen dalam bentuk gambar dan diagram tadi adalah bagian dari Deliverable nya Process Engineering Department.
Selain itu, Process Engineer juga akan menghasilkan dokumen yang akan banyak digunakan oleh grup lain seperti Static Equipment grup dalam bentuk data sheet, serta untuk Instrumentasi grup, juga dalam bentuk data sheet untuk barang-barang Instrument yang kritis dan penting.
Process grup juga sangat erat hubungannya dengan Piping grup, karena Process grup sangat mentukan dalam hal penentuan ukuran pipa dan memberikan saran dalam hal pemilihan material pipa.
Civil Engineering:Untuk Home Office, Departemen Civil Engineering dipimpin oleh seorang Head Department, sedangkan untuk Project Office dipimpin oleh Lead Civil Engineer.Penggabungan antara Civil dan Structural Engineering kadang dilakukan oleh beberapa perusahaan tergantung kepada kebiasaan suatu perusahaan tersebut. Namun dalam prakteknya, selalu saja seorang Lead Civil Engineer atau Job Leader akan mempunyai beberapa sub-grup, diantaranya Structural yang akan membantu pekerjaanya.
Sama halnya dengan Lead Process Egnieer, Lead Civil Engineer juga melaporkan hasil pekerjaanya kepada Project Engineering Manager, sambil tetap melakukan komunikasi dengan Head Department Civil Engineering di Home Office.
Secara umum, Civil Engineering ini bertanggung jawab akan semua disain, gambar dan kalkulasi mulai dari pondasi bangunan Plant secara keseluruhan, baik pondasi dari Pipe Rack, pondasi equipment, dan pondasi untuk bangunan struktur lainnya, sampai ke pembangunan struktur bangunan, baik yang ada diatas tanah (aboveground) maupun di bawah tanah (underground).
Dalam menjalankan tugasnya, satu hal yang perlu dicatat dari grup Civil Engineering ini adalah bahwa mereka mempunyai ketergantungan yang sangat besar terhadap disiplin lain, utamanya dalam hal mendapatkan inputan mengenai lokasi, ukuran, bentuk dan juga serta beban yang bekerja pada lokasi tersebut.
Piping grup adalah salah satu mitra kerja utama dari Civil grup ini karena begitu banyaknya persinggungan yang akan terjadi diantara mereka dan begitu dekatnya hubungan yang akan mempengaruhi suskes tidaknya sebuah pekerjaan pembangunan plant.
Salah satu tugas penting lainnya dari Civil grup adalah menyiapkan gambar rincian termasuk perhitungan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanah, paving, dan juga melakukan perencanaan sistem drainasi dari project.
Static Equipment/Rotating Machinery:Departemen Mechanical Engineering adalah departemen yang bertanggung jawab atas pemilihan, disain dan kalkulasi serta fabrikasi dari equipment seperti pompa, compressors, turbine, pressure vessel, Tank, serta semua jenis equipment yang digunakan dan diperlukan untuk project.
Seperti halnya disiplin lainnya, Mechanical Engineering grup juga dipimpin oleh Head Departmen untuk Home Office, dan seorang Lead Mechanical Engineering untuk Project Office.
Dalam pelaksaan tugasnya, Lead Mechanical Engineer akan dibantu oleh beberapa tenaga specialis seperti:
Specialist Compressors Specialist Heat Transfer Equipment Specialist Boiler dan Fired Heater Specialist Water Treatment Dan Specialist lainnya.
Berbekal data sheet yang berisi data yang penting seperti kriteria performance untuk setiap equipment, dan selanjutnya akan dibuat spesifikasi untuk setiap equipment tersebut.
Setelah itu, mereka akan menghubungi beberapa vendor yang sudah terdaftar dalam daftar vendor yang disetujui oleh client ataupun vendor yang memang mereka sudah sering bekerja sama, untuk menentukan disain akhir sebuah equipment.Selanjutnya, Lead Mechanical Engineer, biasanya akan memilih vendor yang paling murah dan tentu saja memenuhi persyaratan spesifikasi.
Didalam melakukan tugasnya, Mechanical Engineer bekerja sama secara erat dengan grup Piping dan Structural demi tercapainya suatu solusi yang tepat dan murah bagi project.
Piping Engineering:Departemen Piping Engineering adalah departemen yang paling banyak anggotanya didalam sebuah organisasi Perusahaan EPC. Hal ini karena besar dan luasnya ruang lingkup pekerjaan atau Scope of Work dari Piping Engineering ini lah yang membuat banyaknya anggota dari Departemen ini.Untuk Home Office, Departemen Piping Engineering dipimpin oleh Head Departement, sedngkan untuk Project Office akan ditunjuk salah seorang dari anggota Piping Engineer yang berpengalaman untuk menjadi Lead Piping Engineer.
Karena luas nya skop pekerjaan dari Piping Engineering, maka didalam pekerjaannya seorang Lead Piping Engineer akan dibantu oleh paling tidak empat orang Unit Lead Engineer atau juga Area Lead Engineer.
Keempat Unit Lead Engineer tersebut adalah:
Unit Lead Piping Material Engineer Unit Lead Piping Design Engineer Unit Lead Piping Stress Engineer dan Pipe Support Unit Lead Piping Material Control
Namun perlu dicatat bahwa pengkategorian diatas adalah pengkategorian yang umum berlaku. Namun bisa saja pengkategorian tersebut akan berbeda untuk setiap perusahaan EPC, tergantung kepada besarnya project yang sedang dilaksanakan dan juga tergantung kepada type Perusahaan EPC tersebut.
Tapi pada prinsipnya tiga unit atau area pekerjaan tersebut adalah sangat mutlak diperlukan, hanya saja apakah harus dipimpin oleh tiga orang Unit Leader atau tidak, hal itu tidak lah perlu dipermasalahkan.
Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing Area atau Unit Lead Engineer serta apa ruang lingkup pekerjaan Piping Engineering akan kita bahas lebih detil pada pembahasan berikutnya.
Electrical Engineering:Departemen Electrical Engineering, seperti halnya departemen lainnya, untuk Home Office akan dipimpin oleh seorang Head Departemen, sedangkan untuk Project Office akan dipimpin oleh Lead Electrical Engineer.
Tugas dan tanggung jawab seorang Lead Electrical Engineer adalah memastikan bahwa segala macam keperluan dan kebutuhan project akan tenaga listrik, lampu dan keperluan alat komunikasi dapat tersedia sesuai dengan spesifikasi project dan memenuhi code dan standard yang sudah dikenal dan diakui.
Instrumentasi/Control System Engineering
Departemen Instrumentasi atau ada juga disebut Departemen Control System Engineering dikepalai oleh Head Department,untuk Home Office.
Sedangkan tim Instrumentasi di Proejct Office akan dipimpin oleh seorang Lead Instrument Engineer. Tugas utamanya adalah menyiapkan layout dari setiap Control Room yang diperlukan untuk project tersebut, lengkap dengan jenis software dan hardware yang dibutuhkan.Disamping itu Instrument grup juga menyiapkan semua in-line dan on-line Instrument seperti Pressure Gauge, Pressure Transmitter, Temperature Indicator, dan indicator local lainnya.
Departemen Pendukung:
Pada beberapa perusahaan EPC, juga terdapat Departemen Arsitektur. Tapi khusus pada project Petrokimia dan project-project lainnya, hampir bisa dikatakan peran dan ruang lingkup kerja dari Departemen Arsitektur adalah sangat kecil, kalaupun ada hanyalah untuk perencanaan gedung-gedung yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan proses pabrik atau project tersebut.
Grup lainnya yang juga cukup penting adalah Technical Document Control (TDC) grup.
Seperti yang mungkin sudah kita ketahui bersama bahwa didalam sebuah Project Pembangunan Kilang Minya, atau Pupuk Urea, maka akan banyak sekali dibuat dan dihasilkan dokumen-dokumen seperti project spesifikasi, data sheet, gambar-gambar, baik gambar dari masing-masing departemen maupun gambar dari vendor (vendor drawings).
Semua dokumen tersebut yang harus disitribusikan internal Engineering maupun didistribusikan ke Divisi lain seperti Procurement, Construction, Quality Control, harus lah melalui sebuah grup yang disebut dengan Technical Document Control ini.
TDC ini dianggap sebagai pintu gerbang keluar masuknya dokument Engineering. TDC lah yang mengontrol pendistribusion dokument ke seluruh departemen di Engineering maupun ke Divisi lain, sekaligus juga bertanggung jawab akan penyimpanan dokumen untuk keperluan konstruksi nantinya dilapangan maupun untuk dokumentasi project dan perusahaan.
Secara organisasi Project, grup Technical Document Control ini berada dibawah pengawasan Engineering Manager.
Hal ini adalah wajar mengingat hampir seluruh dokumen yang ditangani oleh grup TDC ini adalah merupakan produk dari Divisi Engineering, disamping dokumen dari Vendor yang juga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan tugas dan tanggung jawab Divisi Engineering.
Dari gambaran diatas dapat dlihat secara umum nama-nama departemen yang biasa terdapat di Divisi Engineering sebuah perusahaan EPC.
Walaupun demikian, masih ada beberapa divisi lain yang juga berada didalam struktur perusahaan EPC dan ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung didalam menjalankan sebuah Project.
Grup-grup ini disebut juga dengan grup non-engineering, yang dalam pembahasan kali ini hanya disebutkan secara sekilas saja, mulai dari berikut ini.
ProcurementIni adalah divisi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam hal pembelian barang-barang, baik barang yang sudah didisain, dihitung dan dituliskan oleh Divisi Engineering dalam dokumen pembelian.Dalam menjalankan tugasnya, Divisi Procurement selalu berpijak kepada upaya untuk mendapatkan barang-barang yang berkualitas, harga murah dan mempunyai jangka waktu yang cukup untuk dihantarkan ke lapangan atau Site.
Divisi Procurement ini terdiri atas beberapa departemen seperti Purchasing, Expediting, Trafffic dan lainnya.
ConstructionDivisi ini, sesuai dengan namanya, adalah divisi yang menjadi andalan didalam menterjemahkan tarikan garis dan gambar dari sebuah disain dan kalkulasi kedalam bentuk yang nyata dari sisi fisik bangunan.
Divisi ini termasuk mempunyai banyak anggota, dan biasanya mulai beroperasi ketika tahapan Engineering sudah atau sedang berjalan.
Project Control
Divisi ini mempunyai tugas mengontrol jalannya Project, utamanya adalah dalam hal skedul dan dari sisi keuangan, agar sesuai dengan kontrak dan budget yang sudah ditanda tangani dan disetujui oleh Client atau pemilik project.
Dalam divisi Project Control ini terdapat dua grup, yaitu Schedule dan Cost Control.
Quality Control
Disain dan kalkulasi yang dilakukan oleh Engineering dan pembelian barang oleh Procurement haruslah sesuai dengan kaidah mutu yang sesuai dengan standard yang berlaku dan telah disetujui penggunaanya oleh Client.
Untuk menjaga agar proses disain, kalkulasi, dan pembelian barang serta termasuk juga proses konstruksinya, maka divisi Quality Control akan melakukan pemeriksaan dalam semua aspek yang besinggungan dengan quality.
Tahapan pekerjaan mereka umumnya sudah dimulai pada tahapan Engineering sampai pada tahapan Construction. Bahkan, ketika akan dilakukan pembelian equipment yang bersifat critical, QC Engineer sudah terlbat sejak awal pemilihan, testing sampai pada saat memutuskan apakah equipment tersebut sudah layak untuk di kirim ke lapangan (site).
Untuk beberapa Project tertentu, disamping mempunyai Quality Control grup, biasanya juga ada grup yang dikenal dengan nama Quality Assurance grup. Grup ini secara organisasi Home Office satu atap dengan Quality Control.
Hanya saja , pada Project Office, Quality Assurance sering ditempatkan terpisah dari Quality Control.
Tugas utamanya adalah meyakinkan bahwa segenap Project Tim telah bekerja dengan benar dengan menggunakan standard quality yang telah ditetapkan.
Untuk itu, secara berkala dilakukan audit atau pemeriksaan terhadap setiap Departemen dan Divisi untuk mengecek dan mengetahui sejauh mana aplikasi dari Standard Mutu telah diterapkan didalam melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
Pada prinsipnya, Quality Assurance grup adalah menjamin kepada Client bahwa Project yang sedang dilakuka proses Engineering, Procurement, dan Construction adalah dilakukan sesuai dengan standard mutu yang baku dan diakui oleh dunia Internasional.
Selain keempat divisi diatas, masih ada beberapa divisi lainnya dalam suatu Perusahaan EPC yang bersifat menujang dan membantu pelaksaan dan jalannya perusahaan.
Beberapa Divisi lainnya tersebut adalah seperti Divisi Keuangan (Finance Division), Divisi Hukum (Legal Division) dan Divisi Pengembangan Bisnis (Bisnis Development Division), Divisi HRD (Human Resources Development Division), dan divisi lainnya, yang tidak akan disampaikan disini.
DIarsipkan di bawah: Buku PPSAdCII
Monday, October 20, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment