Ditulis pada Minggu, Oktober 19, 2008 oleh Donny
Piping Engineering sebagai suatu disiplin ilmu belumlah banyak dikenal dikalangan masyarakat luas. Piping Engineering hanya dikenal pada lingkungan tertentu, utamanya pada lingkungan orang-orang yang bekerja dibidang engineering dan orang-orang yang dalam pekerjaannya mempunyai hubungan dengan Perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC).
Di kalangan akademisi juga kehadiran Piping Engineering dalam perbendaharaan kata mereka belumlah seakrab, misalnya, Mechanical Engineering (ME).
Salah satu penyebab kurang dikenalnya bidang ini dikalangan tersebut dipercaya adalah karena Piping Engineering bukanlah termasuk satu diantara 5 cabang utama dari Disiplin Engineering, yaitu:
Teknik Penerbangan (Aerospace Engineering) Teknik Kimia (Chemical Engineering) Teknik Sipil (Civil Engineering) Teknik Elektro (Elektrical Engineering) Teknik Mesin (Mechanical Engineering)Menurut informasi yang disampaikan oleh J. O. Pennock, pengarang buku Piping Engineering Leadership for Pocess Plant Projects terbitan Gulf Professional Publishing, hanya satu Universitas di Amerika Serikat saat ini yang mempunyai program S1 (BSc) yang diakui dan terakreditasi, dibidang Process Plant Piping Design Engineering.
Jadi memang suatu hal yang wajar jika tidak begitu banyak orang, baik dari masyarakat umum maupun dari kalangan terpelajar, yang mengenal suatu disiplin ilmu yang bernama Piping Engineering ini.
Sehingga, pada bagian pertama ini perlu sekali rasanya saya menjelaskan terlebih dahulu tentang Piping Engineering, atau jika diterjemahkan secara bebas kedalam bahasa Indonesia adalah Teknik Pemipaan.
Kata “Piping”, adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris, yang jika kita lihat di kamus Bahasa Inggris Merriem-Webster mempunyai arti sebagai berikut:
A quantity or system of pipes.
Atau dalam terjemahan bebasnya berarti suatu sistem yang terdiri dari sejumlah pipa atau kumpulan pipa.
Sedangkan pipa, secara definisi, adalah suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan atau mengalirkan suatu fluida baik berupa cairan, gas maupun uap, dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Selanjutnya, Engineering, empunyai arti sebagai suatu disiplin ilmu dan profesi yang mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan menggunakan hukum dan sumber alam didalam usaha untuk membuat atau merancang sesuatu yang berguna bagi umat manusia.
Sehingga dengan demikian Piping Engineering, jika diartikan secara bebas akan mempunyai arti sebagai berikut:
“Suatu disiplin ilmu yang mengaplikasikan ilmu pengetahuan tentang pemipaan dalam upaya untuk mendisain, menganalisa, membuat suatu sistem pemipaan yang akan menghantarkan suatu jenis fluida, baik gas, air, ataupun uap dari suatu tempat ke tempat lain, yang pada akhirnya akan berguna bagi kehidupan umat manusia”.
Departemen Piping Engineering
Departemen Piping Engineering, seperti sudah dikemukakan secara sekilas pada Bab sebelumnya, adalah departement yang paling besar, dari sisi jumlah personil dan konsekwensinya tentu saja dalam hal pemakaian ruangan, dalam sebuah Perusahaan EPC.
Hal ini karena ruang lingkup pekerjaan dari Piping Engineering memang sangatlah luas sehingga dengan sendirinya akan membutuhkan banyak sekali tenaga kerja.
Belum lagi kalau kita lihat peralatan yang digunakan oleh setiap Piping personel, seperti komputer untuk disain Piping secara 3D, meja besar untuk menempatkan gambar referensi, yang dengan sendirinya membutuhkan ruangan cukup luas.
Secara organisasi, baik untuk keperluan Home Office ataupun untuk keperluan Project Office, Departemen Piping Engineering terdiri atas beberapa unit grup, yaitu Piping Material Engineering grup, Piping Design grup, Piping Material Control grup dan Piping Stress Engineering grup.
Sebagaimana sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa Piping Engineering terdiri atas empat subgrup, yaitu:
Piping Material Enginering Piping Design Piping Material Control Piping Stress Engineering
Masing-masing sub-grup tersebut akan dipimpin oleh seorang Unit Leader. Hal tersebut memang akan tergantung kepada besar atau kecilnya Project yang sedang dikerjakan.
Jika Projectnya besar, maka dipandang perlu untuk menugaskan seseorang untuk menjadi Unit Lead dari setiap sub-grup tersebut.
Lead Piping Engineer atau juga Piping Job Leader, didalam menjalankan tugasnya pada sebuah Project akan dibantu oleh empat orang asisten atau disebut juga dalam dunia EPC dengan Unit leader, yang bertanggung jawab untuk setiap unit grup yang dia pimpin.Unit Leader tersebut masing-masing adalah:
Unit Leader Piping Material Engineer Unit Leader Piping Design Unit Leader Piping Stress Engineer ) Unit Leader Piping Material Control
Khusus untuk Unit Leader Piping Material Control, pada beberapa perusahaan EPC, posisi ini biasanya dirangkap oleh Unit Leader Piping Material Engineer. Hal ini kurang lebih sama halnya dengan perangkapan tugas oleh Piping Stress Engineer terhadap Pipe Support Engineer.
Lead Piping Engineer
Lead Piping Engineer atau juga Piping Job Leader adalah orang yang bertanggung jawab atas segala aktifitas yang berhubungan dengan Piping didalam sebuah Project, baik dibidang teknis maupun non-teknis.
Seorang Lead Piping Engineer atau Piping Job Leader haruslah mempunyai kemampuan teknis yang mumpuni dibidang Piping sekaligus mempunyai kemampuan memenej bawahannya.
Singkat kata, Lead Piping Engineer atau Piping Job Leader adalah seorang Piping Expert sekaligus Piping Manager.
Dia diharapkan mampu mengerti dan memahami proses yang terjadi didalam piping system yang dia kerjakan, dan mampu mengawasi dan mengatur anak buahnya yang jumlahnya tentu akan sangat banyak.
Secara garis besar tugas dari seorang Lead Piping Engineer atau Piping Job Leader adalah sebagai berikut:
Tugas pertama seorang Lead Piping Engineer sudah dimulai jauh sebelum project dimulai atau bahkan jauh sebelum project berhasil diperoleh. Lead Piping Engineer sudah harus ikut didalam setiap meeting mengenai persiapan untuk mengajukan proposal.
Mengerti dan memahami secara rinci mengenai ruang lingkup pekerjaan Piping Engineering atau Scope of Work dari Piping Engineering. Ini sangat kritis dan perlu sekali demi lancarnya pengerjaan sebuah Project.
Setelah mengerti scope of work, seorang Lead Piping Engineer harus menentukan dan membuat metode pengerjaan yang digunakan didalam mengerjakan Project tersebut, sambil kemudian menentukan jenis-jenis deliverables dari Piping Engineering.
Dari deliverables, maka Lead Piping Engineer akan menentukan berapa kebutuhan man-hour untuk pengerjaan project tersebut. Selanjutnya, dari manhour, dia akan bisa menentukan kebutuhan personel untuk tiap-tiap sub-group.
Menentukan estimasi kebutuhan material piping
Mempersiapkan Piping Engineering prosedure, seperti prosedur untuk mengeksekusi project, dan prosedur lainnya.
Mempersiapkan langkah-langkah pelaksanaan project dari sisi Piping Engineering.
Memberikan pengarahan kepada setiap anggota nya tentang scope pekerjaan dan memastikan semua anggota mengerti akan jenis dan tipe project yang akan dikerjakan.
Memilih dan menseleksi orang-orang yang akan menjadi anggota Piping Engineering.
Mengamati trend project jika ada perubahan yang mempengaruhi cost atau biaya sebuah project, termasuk mengawasi produktifitas grup.
Menghadiri rapat memimpin rapat, serta tidak lupa menyiapkan laporan mengenai status pekerjaan yang akan diberikan kepada Project Engineering Manager dan juga kepada Head Piping Departemen di Home Office.
Pada akhir project, adalah merupakan tugas Lead Piping Engineer untuk membuat laporan akhir penutup Project, termasuk didalamnya membuat laporan yang berisi pelajaran yang bisa dipetik selama pengerjaan project dan langkah-langkah antisipasi dimasa depan.
Dari garis besar tugas dan tanggung jawab seorang Lead Piping Engineer atau Piping Job Leader, dapatlah dimengerti bahwa untuk menjadi seorang Lead Piping Engineer atau Piping Job Leader tentulah dibutuhkan seseorang yang mempunyai pengalaman yang cukup luas di bidang per-pipa-an.
Kemudian timbul pertanyaan siapakah yang bisa menjadi Lead Piping Engineer atau Piping Job Leader ini? Dari sub-grup manakah Lead Piping Engineer ini lebih banyak berasal atau menimba pengalaman?
Untuk itu mungkin perlu kita lihat masing-masing personil yang berada disetiap grup Piping Engineering.
Pada prinsipnya, sebelum menjadi Lead Piping Engineer, seseorang seharusnya sudah berpengalaman dan bekerja dibidang Piping Engineering.
Untuk bisa bekerja di bidang Piping Engineering, maka ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi, tergantung kepada sub-grup mana yang akan dimasuki.
Misalnya, jika ingin berkecimpung dan berkiprah di sub-grup Piping Material Engineering, maka orang tersebut haruslah mempunyai pendidikan berbasis Teknik Mesin (Mechanical Engineering) atau juga Teknik Metallurgy (Metallurgy Engineering).
Hal ini dirasa perlu karena pekerjaan Piping Material Engineering menuntuk seseorang untuk mengerti tentang material pipa, proses pembuatannya, serta sifat-sifat mekanik dari material pipa dan komponen-komponen lainnya, seperti flanges, fittings, bolt, nut, dan Valves.
Sedangkan untuk menjadi seorang Piping Stress Engineer maka sangat dianjurkan untuk mempunyai latar belakan pendidikan Teknik Mesin (Mechanical Engineering).
Hal ini juga karena sifat pekerjaan di Stress Analysis adalah sangat meminta dasar yang kuat dibidang mekanika teknik da mekanika fluida, disamping juga memahami masalah metalurgi dan ilmu logam.
Hal-hal dasar ilmu pengetahuan tersebut kebanyakan hanya didapat oleh lulusan dari Teknik Mesin, walaupun bukan berarti lulusan dari jurusan lain tidak bisa menjadi Piping Stress Enigneer, hanya saja mungkin akan membutuhkan usaha yang lebih keras.
Sementara itu, Piping Design adalah sebuah grup yang agak berbeda dengan kedua grup sebelumnya. Perbedaanya adalah dalam hal sifat pekerjaan yang dilakukan setiap harinya tidaklah banyak bersinggungan dengan hal-hal yang memerlukan perhitungan dan perencanaan material atau perhitungan kekuatan suatu material.
Sebagaimana nama yang disandangnya, yaitu Piping Design, maka pekerjaanya adalah membuat layout dari suatu piping system. Harus diakui bahwa ilmu membuat layout piping system bukanlah sebuah ilmu yang dipelajari dimasa perkuliahan.
Hampir tidak ada Universitas di dunia ini yang mempunyai jurusan Piping Design Engineering. Dikatakan hampir, karena ternyata ada satu Univeristas di Amerika Serikat yang mempunyai jurusan Process Plant Piping Engineering dengan program S1 nya selama 4 tahun.
Selama ini, para Piping Designer kebanyakan berasal dari pendidikan Sekolah Menengah Tingkat Atas atau juga Sekolah Menegah Kejuruan dan kemudian mendapatkan pendidikan tambahan dalam hal drafting.
Dengan berbekal pendidikan drafting tersebut, kemudian mereka memasuki dunia Piping Engineering, berkesan dengan dunia piping, sehingga mereka terus bekerja selama bertahun-tahun, untuk kemudian menjadi sangat ahli dibidangnya.
Dalam pengalaman saya bergaul dengan Piping Designer, hampir seluruhnya mempunyai latar belakang pendidikan dan perjalanan karir yang sama, yaitu dari sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan, kemduian mengikuti kursus dan kemudian bekerja sambil belajar.
Namun perlu diingat bahwa untuk menjadi seorang Piping Designer tidak harus berpendidikan sekolah menengah atas, juga tidak tertutup kepada lulusan dari jurusan lain dapat berkarir sebagai piping designer.
Pada saat ini sudah banyak lulusan perguruan tinggi dibidang teknik yang berminat memasuki dunia piping design.
Salah satu jurusan yang mulai menyemarakan dunia piping design adalah para lulusan dari jurusan teknik arsitektur. Hal ini mungkin bisa dimengerti karena ada kemiripan dalam hal disain dan perencanaan.
Dengan demikian, kalau kita kembali ke pertanyaan awal, siapa yang lebih pantas untuk menjadi Lead Piping Engineer ? Jawaban singkatnya adalah bisa dari ketiga grup tadi, yaitu dari grup Piping Material Engineering, grup Piping Design dan dari grup Piping Stress Engineering.
Hanya saja, jika melihat sejarah dan fakta selama saya bekarir di dunia Piping Engineering, hampir semua Lead Piping Engineer berasal dari grup Piping Design.
Namun, perkembangan dunia EPC saat ini sepertinya mulai memberikan kesempatan kepada grup lain untuk menjadi LPE, seperti dari Piping Material Engineering grup dan dari Piping Stress Engineering grup.
Semuanya tentu berdasarkan pertimbangan yang matang oleh Piping Head Departemen perusaaan bersangkutan.
Lebih detail tentang tugas dan fungsi dari bagian lain dalam PIping Engineering dapat dibaca selengkapnya pada buku tersebut.
Piping Code dan Standard
Code dan Standard adalah ungkapan yang sudah sangat akrab dilingkungan para Engineer yang bekerja di bidang Piping Engineering khususnya, dan secara lebih luas dan umum, di dunia Engineering.
Secara definisi, Standard adalah sebuah definisi teknis sekaligus petunjuk yang ditujukan kepada designer, manufaturer, operator atau pengguna sebuah peralatan.
Sedangkan Code adalah sebuah standard yang sudah diakui oleh badan pemerintah dan disahkan penggunaanya lewat undang-undang.
Code dan Standard pada umumnya berisi tentang persyaratan minimum yang harus dilakukan demi tercapainya sebuah konstruksi yang aman (safe), dengan tujuan mengedepankan keselamatan dan kepentingan masyarakat umum.
Dalam mencapai tujuan tersebut, maka Code dan Standard memberikan definisi dan petunjuk persyaratan tentang material, disain, fabrikasi, dan inspeksi, yang jika tidak dilakukan akan meningkatkan timbulnya potensi bahaya pada saat sebuah system dioperasikan.
Disamping memberikan petunjuk, kadang sebagai tambahannya, Code dan Standard juga mencantumkan larangan-larangan dan peringatan-peringatan terhadap kemungkinan dari sebuah disain yang tidak aman.
Sejujurnya saja, kondisi dimana adanya disain yang sempurna, material yang sangat bagus dengan metode fabrikasi yang tiada cacat adalah jarang sekali bisa terjadi didunia nyata.
Tapi, pengalaman mengatakan bahwa jika segala sesuatu dilakukan sesuai dengan petunjuk dalam Code, yaitu dengan memenuhi persyaratan minium dan faktor keamanan, maka dengan sendirinya akan mengurangi kemungkinana terjadinya kecelakaan secara drastis, yang pada gilirannya akan melindungi keselamatan manusia.
Disetiap Code dan Standard yang ada, selalu dicantumkan dengan jelas maksud dan tujuan serta untuk kegiatan apa saja Code dan Standard ini bisa diaplikasikan.
Karena Code dan Standard mengakui bahwa metode yang mereka gunakan adalah metode pendekatan sederhana (simplified approach) untuk setiap permasalahan, maka mereka mendorong para designer yang berpengalaman dan mampu melakukan analisa yang lebih mendalam untuk menggunakan metode mereka.
Hanya saja, metode yang ingin dilakukan haruslah sudah diuji dan paling tidak diakui oleh pihak pemilik Proyek atau Owner.
Lebih jauh lagi, metode yang digunakan, jika lain dari metode yang dianjurkan dalam Code dan Standard, harus juga dilengkapi dengan detail untuk disain, konstruksi, inspeksi, eksaminasi, dan testing sesuai dengan kondisi yang disyaratkan dalam Code dan Standard.
Dengan kata lain, tidaklah mudah untuk meyakinkan client bahwa metode yang kita gunakan tersebut, yang jika berbeda dengan yang tercantum didalam Code, adalah aman dan sudah terjamin.
Dengan demikian, sebenarnya adalah lebih mudah dan aman jika kita menggunakan Code dan Standard yang sudah ada dan terbukti aman digunakan didalam banyak industri.
Namun, sekali lagi, kit aharus menyadari bahwa pada hakekatnya, Code dan Standard adalah sebuah petunjuk secara umum bagi designer untuk melakukan pekerjaan nya dalam mendisain piping system.
Code dan Standard tidaklah memberikan petunjuk yang detail akan sebuah proses disain, juga tidak memberikan instruksi mengenai bagaimana mendisain sesuatu.
Dengan kata lain, Code dan Standard bukanlah sebuah “Handbook”.
Disini yang berperan adalah Designer atau Engineer yang kompeten dan berpengalaman untuk melakukan proses disain dan analisa.
George Antaki, penulis buku berjudul “Piping and Pipeline Engineering. Design, Construction, Maintenance, Integrity, and Repair” menulis bahwa Code dan Standard serta peraturan yang memberikan petunjuk bagi pekerjaan Engineering dapat dibagi dalam empat kategorI, yaitu:
Professional Societies
Trade Associations
Testing and Certification Organization
Standard Developing Organizations
American Society of Mechanical Engineer (ASME)
ASME adalah sebuah organisasi yang anggotanya pada mulanya adalah para Mechanical Engineer yang berada di Amerika Serikat saja.
Namun pada perkembangannya, anggota dari ASME ini mulai menyebar keseluruh dunia. Pada saat ini dipercaya anggota ASME diseluruh dunia sudah mencapai 127,000 anggota.
Tujuan utama dari ASME ini adalah memberikan kepada komunitas Mechanical Engineer suatu kesempatan dan media untuk saling berinteraksi dan saling menukar informasi dibidang keteknikan.
Pelayanan yang diberikan oleh ASME adalah dalam bentuk program yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dalam bentuk pendidkan lanjutan, pengembangan dan pemeliharaan Code dan Standard, riset, konferensi dan publikasi, hubungan dengan pemerintah serta berbagai hal lainnya.
Dalam hal pengembangan Code dan Standards, ASME membentuk lembaga yang bernama ASME Council on Code and Standards. Council tersebut terdiri atas beberapa badan (board) yaitu:
The Board on Pressure Technology: seperti B16 Standardizatiion of Valves, Flanges, Fittings and Gaskets, B31 Code for Pressure Piping, Boiler and Pressure Vessels, Post Construction.
The Board on Nuclear Codes and Standards:
The Board on Safety Codes and Standards:
The Board on Standardization:
The Board of Accreditation, Regostrationand Certification:
The Board on Performance Test Code
Berikut ini ditampilkan ASME Code yang sering digunakan oleh Piping Engineering didalam menjalankan tugasnya, walaupun Code ini juga digunakan oleh disiplin lain, adalah sebagai berikut:(karena kepanjangan, bisa langsung dilihat pada bukunya).
DIarsipkan di bawah: Buku PPSAdCII
Monday, October 20, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


1 comment:
Ga ada font yg lbh kecil lg gan? biar makin sakit mata bacanya..hahaha
Post a Comment