Menyelesaikan masalah tanpa masalah? Pergi aja ke Pegadaian.. (Hehehe.. 3X)
Ini yang serius. Pertanyaanmu bagus, apalagi jika disertai penjelasan tentang pokok masalah yang kamu hadapi yang perlu penyelesaian itu. Karena apa? Sebab, tanpa masalah yang jelas maka yang bisa diutarakan di sini adalah tehnik dan prosedur penyelesaian suatu masalah belaka.
Hera, ada masalah yang begitu diselesaikan langsung tuntas, tidak menimbulkan masalah baru. Tapi ada masalah yang sedang dan telah diselesaikan malah menimbulkan satu atau banyak masalah baru. Menyimak kenyataan seperti itu maka dalam penyelesaian suatu masalah tentu ada dimensi, corak dan tahapannya.
Nah, mari kita urai dan cermati. Aku akan menggunakan pendekatan jurnalistik, yaitu 5W+1H.
What. Apakah sifat atau nature dari masalahnya? Apakah itu masalah yang tangible atau yang intangible? Apakah itu menyangkut masalah sosial atau masalah eksakta? Apakah masalah itu berupa konsep deskriptip atau tatanan suatu prosedur? Apakah masalah ini bersosok tunggal atau berwujud jamak dan banyak cabang-cabangnya?
Nah, dengan mengetahui peta bumi atau sitemap suatu masalah, maka kita akan bisa menetapkan langkah-langkah taktis dan strategis dalam menyelesaikannya.
When. Kapan masalah tersebut timbul? Sudah kronis, menahun atau baru-baru saja? Makin lama suatu masalah tak diselesaikan biasanya sudah melebar-luas bak kuman amuba dan memperumit penyelesaiannya.
Biasanya, masalah yang berlarut-larut penyelesaiannya ~ apalagi yang dibiarkan tak diselesaikan ~ akan menimbulkan masalah baru. Baik masalah itu sendiri yang membengkak, atau masalah-masalah baru yang bersifat ikutan yang biasanya menyangkut waktu, biaya dan prosedur atau peraturan-peraturan baru. Karena itu sebaiknya suatu masalah segera ditangani, jangan dibiarkan tak ditangani.
Where. Dari mana masalah itu timbul dan kemudian bercokol? Apakah dari suatu seksi hingga menyebar ke seluruh departemen? Dari sebuah desa hingga menjadi urusan para pejabat di propinsi? Biasanya suatu masalah yang melebar dan kait-mengait ke berbagai bidang lainnya akan makin ruwet penyelesaiannya. Karena itu, suatu masalah yang segera ditangani akan cepat terlokalisir dan meringankan penyelesaiannya.
Why. Mengapa masalah serupa itu timbul? Persoalan atau kondisi apa saja yang menyebabkan timbulnya suatu masalah? Apakah terdapat faktor kealpaan atau kesengajaan? Apakah akibat faktor kesalahan manusia (human error) atau suatu peralatan tertentu (non-human).
Who. Di sini suatu masalah harus dicermati dengan teliti. Siapa atau siapa saja yang terkait dengan penyelesaian masalah tersebut. Apakah masalah tersebut timbul oleh orang per-orang atau suatu team atau bersifat anonim. Bukan manusia yang menjadi penyebab masalah, melainkan situasi dan kondisi tertentu. Maka penanganannya bukan pada manusianya melainkan pada strukturnya; jika masalah tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak.
How. Bagaimana masalah tersebut dapat diselesaikan. Ini baru bisa dilakukan setelah mencermati 5W di atas. Dan diketahui dengan benar dan pasti apa masalahnya.
Apakah suatu masalah dapat diselesaikan tanpa membuat masalah baru? Tergantung apa masalahnya dan tergantung juga pada orang atau orang-orang yang menangani atau terkait dengan masalah tersebut; cara atau prosedur penanganannya, serta biaya dan waktu yang alokasikan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Friday, November 13, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)

