Wednesday, September 30, 2009

Guncangan Gempa sampai di Singapore

Hari Rabu tanggal 31 September 2009 Guncangan gempa Sumatera Barat juga dirasakan masyarakat Singapura, Rabu (30/9) sore. Pusat Pelayanan Meteorologi Singapura mengonfirmasi, gempa bumi terjadi pada 17.15WIB ato 18.15 Waktu Singapore, di Sumatera Barat atau sekitar 630 km dari Singapura.

Ketika itu saya bersama keluarga lagi berada diMRT dari arah Changi flight dari Bali menuju Habourfront untuk mengantar anak dan istri saya yang akan pergi keBatam dengan Board kapal Ferry. Dan saya mendapatkan berita posisi Batam aman dan tidak mendapatkan efek dari gempa Sumatra semoga saja tidak, itu harapan kami dan keluarga kami di jauh kampung halaman.


Dan saya mendapatkan berita dari teman yang sedang kerja lembur bersama foreigner atau pegawai asing lainnya yang lagi asyik dalam menyelesaikan pekerjaannya pada berhamburan keluar gedung bertinggkat yang berada didaerah Bedok. Dan menunggu hingga suasana tenang dan kembali ke Office yang kelihatannya mereka masih dalam kondisi panik walaupun berusaha tenang dan terasa ingin cepat-cepat pulang.

Dan saya mendapatkan berita dari Hotline MediaCorp mulai menerima telepon soal guncangan gempa pada pukul 17.20. Telepon itu datang dari berbagai lokasi di Singapura, termasuk Yishun, Ang Mo Kio, Marine Parade, Hougang, Pasir Ris, dan Raffles Place. Mereka melaporkan lampu berayun-ayun dan para tetangga menjerit dan berteriak ketakutan.

Dan hari ini Kamis tanggal 01 Oktober 2009 08.52WIB ato 09.52 Waktu Singapore. Gempa berkekuatan 7,0 SR Kali ini pusat gempa dekat Bengkulu dan Jambi terulang kembali hanya berbeda sekitar 15 jam dari kejadian dihari sebelumnya, dan berpusat 46 km tenggara Sungaipenuh, Jambi, atau 54 km Mukomuko, Bengkulu. Pusat gempa tepatnya di koordinat 2,44 Lintang Selatan dan 101,59 Bujur Timur.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Pusatnya di darat pada kedalaman 10 kilometer.

Monday, September 14, 2009

Kereta Uap di Kota Budaya

SOLO - Pemkot Solo belum puas kendati telah ada menerima kereta uap kuno dari Ambarawa, Kabupaten Semarang. Saat ini, pemkot masih membidik kereta uap kuno di Cibubur untuk didatangkan.

Keseriusan pemkot untuk memboyong kereta dari Cibubur itu tidak terlepas dari faktor sejarah kereta yang sekarang di bawah kekuasaan Kwartir Nasional itu. Kereta kuno tersebut memiliki sejarah pernah beroperasi di Kota Solo.

"Tapi nanti setelah itu saya akan tetap berusaha mendatangkan yang dari Cibubur, kereta itu pernah beroperasi di Solo," ujar Wali Kota Solo, Joko Widodo, Jumat (11/9/2009).

Dia menerangkan, proses untuk dapat mendatangkan kereta uap kuno dari Cibubur tersebut diakui cukup panjang. Sebab, pihaknya tidak hanya berurusan dengan PT KA, tapi juga harus melakukan pembicaraan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kwarnas, dan Dirjen Purbakala.

"Jadi itu (kereta kuno Cibubur) mungkin untuk babak kedua, sekarang dari Ambarawa dulu," bebernya.

Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, melanjutkan jika rencana menghadirkan kembali kereta kuno dari Cibubur itu terealisasi, maka ke depan akan ada lebih dari satu kereta kuno yang beroperasi di Kota Solo.

"Jadi, nanti akan ada lebih dari satu kereta uap kuno di Solo, bisa saja nanti ada tiga yang melintasi Solo," ungkapnya